HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN DI PT TELUK LUAS

Febriyanto, Febriyanto (2025) HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN DI PT TELUK LUAS. Sarjana thesis, Universitas Putra Indonesia YPTK.

[img]
Preview
Text
Skripsi_19101157510137_FEBRIYANTO_Abstrak.pdf

Download (810kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi_19101157510137_FEBRIYANTO_Bab I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi_19101157510137_FEBRIYANTO_Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Skripsi_19101157510137_FEBRIYANTO_Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara self-efficacy dengan burnout pada karyawan di PT Teluk Luas. Burnout merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami karyawan dalam dunia kerja modern. Salah satu faktor internal yang diyakini dapat memengaruhi burnout adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi, mengatur, serta menyelesaikan tugas dan menghadapi tekanan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di PT Teluk Luas berjumlah 84 orang. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik untuk menentukan sampel populasi dengan menjadikan semua sebagai sampel penelitian. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-efficacy yang peneliti susun berdasarkan dimensi dari self-efficacy Bandura (dalam Hartawati, 2014) dan Skala burnout yang peneliti susun berdasarkan dimensi menurut Maslach dan Schaufeli (dalam Hartini, dkk. 2023). Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment (pearson), yang menunjukkan bahwa r = -0,486, dengan nilai p = 0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan negatif dan sangat signifikan antara self-efficacy dengan burnout pada karyawan PT Teluk Luas. Berarti hipotesis penelitian diterima. Adapun sumbangan efektif dari variabel self-efficacy terhadap burnout sebesar 23,6%, hal ini dapat diartikan bahwa self-efficacy mampu memberikan kontribusi terhadap burnout sebesar 23,6%, sedangkan 76,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban kerja, dukungan sosial, maupun kondisi organisasi.. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan self�efficacy pada karyawan sebagai salah satu strategi pencegahan burnout di lingkungan kerja.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: 0 Research > Psikologi > Psikologi industri dan Organisasi
Divisions/ Fakultas/ Prodi: Fakultas Psikologi > Psikologi (S1)
Depositing User: Fani Alivia S.S.i
Date Deposited: 18 Aug 2026 02:30
Last Modified: 18 Aug 2026 02:30
URI: http://repository.upiyptk.ac.id/id/eprint/15182

Actions (login required)

View Item View Item