PENGARUH POTENSI SEKTOR PAJAK JASA TERHADAP PAJAK PERHOTELAN DAN PARIWISATA DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2017: PERSPEKTIF EKONOMI SECARA MIKRO

Elpida, Elpida (2019) PENGARUH POTENSI SEKTOR PAJAK JASA TERHADAP PAJAK PERHOTELAN DAN PARIWISATA DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2017: PERSPEKTIF EKONOMI SECARA MIKRO. Sarjana thesis, UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK” PADANG.

[img] Text
.14101155110015_ELPIDA_ABSTRAK.pdf

Download (120kB)
[img] Text
.14101155110015_ELPIDA_BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB)
[img] Text
.14101155110015_ELPIDA_FULL TEXT.pdf

Download (692kB)
[img] Text
.14101155110015_ELPIDA_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (95kB)

Abstract

Elpida ,14101155110015, Jurusan Akuntansi,Tahun 2019, PengaruhPotensi Sektor Pajak Jasa terhadap Pajak Perhotelan dan Pariwisata dies Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017) di bawah bimbingan Ibu Dr.Lusiana SE,MM dan Ibu Rindy Citra Dewi SE,MM . Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruhPotensi Sektor Pajak Jasa terhadap Pajak Perhotelan dan Pariwisata dies Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017) ,Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi di BEI yang berjumlah 10 emiten. Sampel penelitian ini adalah 30 emiten yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi berganda yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi lengkap. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil penelitian: Dari hasil ujianalisis regresi berganda terlihat bahwa nilai konstanta sebesar 2,097, penerimaan sektor jasa perhotelan dan pariwisata adalah sebesar 2,097 Milyar Rupiah(2,907E9), Nilai Kurs (X1) memiliki koefisien regresi sebesar – 0,1174. Artinya jika nilai kurs (X1) meningkat sebesar satu persen dengan asumsi variabel inflasi (X2) dan tenaga kerja (X3) bernilai nol atau tetap maka penerimaan sektor jasa perhotelan dan pariwisata akan menurun sebesar 0,1174 Milyar Rupiah(-1.174E8).inflasi (X2) memiliki koefisien regresi sebesar – 0,2490. Artinya jika inflasi meningkat sebesar satu satuan bobot dengan asumsi nilai kurs (X1) dan tenaga kerja (X3)bernilai nol atau tetap maka maka penerimaan sektor jasa perhotelan dan pariwisata akan menurun sebesar 0,2490 MilyarRupiah(-2.490E8), tenaga kerja (X3) memiliki koefisien regresi sebesar 0,2548. Artinya jika tenaga kerja meningkat sebesar satu orang dengan asumsi nilai kurs (X1) dan inflasi (X2) bernilai nol atau tetap maka maka penerimaan sektor jasa perhotelan dan pariwisata akan meningkat sebesar 0,2548 Milyar Rupiah(-2.548E8).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: 0 Research > Ekonomi dan Bisnis > Perpajakan
0 Research > Ekonomi dan Bisnis > Pembangunan Ekonomi, Keberlanjutan dan Inklusif
Divisions/ Fakultas/ Prodi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Anggi Anggi A.Md
Date Deposited: 07 Feb 2024 03:48
Last Modified: 12 Feb 2024 02:00
URI: http://repository.upiyptk.ac.id/id/eprint/9700

Actions (login required)

View Item View Item